Sabtu, 02 November 2013

PELATNAS JANGKA PANJANG INDONESIA





PENGURUS Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menggelar program pemusatan latihan nasional (pelatnas) terpadu untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan dunia/regional taekwondo ataupun multiajang olahraga internasional. Hal itu berbeda dengan pengurus besar/pusat induk olahraga lain yang menggelar pemusatan latihan nasional (pelatnas) menjelang dilangsungkannya sebuah event kejuaraan dunia atau multiajang olahraga internasional. Pelatnas yang diberi nama Pelatnas Garuda Emas tersebut dilangsungkan berdasarkan Surat Keputusan PB TI Nomor B/670/PBTI/ XII/2011 Tanggal 28 Desember 2011 tentang Pemanggilan Atlet Junior, Senior, dan Pelatih untuk Mengikuti Pelatnas. Pelatnas tahap I telah dimulai pada 17 Januari-Mei 2012 sebagai bentuk persiapan untuk mengikuti beberapa kejuaraan tingkat dunia yang berlangsung hingga Mei 2012.
Seusai ajang World University Taekwondo Championship di Korea, pada 25-30 Mei 2012, PB TI kembali melanjutkan program Pelatnas Garuda Emas Tahap II. Perekrutan atlet dilakukan melalui seleksi nasional atlet taekwondo pada Juli 2012 untuk mempersiapkan diri mengikuti kejuaraan taekwondo di ajang tunggal maupun multiajang olahraga internasional. “Dengan pengukuhan pelatnas berdasarkan hasil seleknas yang ketat ini, para atlet yang terpilih harus siap dan disiplin menjalankan program latihan sesuai dengan perintah pelatih, disiplin menjaga flsik dan pola makan, serta berupaya keras meningkatkan skill dan pembentukan mental bertanding. Dari semua itu, yang paling penting adalah seluruh atlet harus mampu menunjukkan progress perkembangan latihan yang positif sesuai dengan standar program yang telah diberikan pelatih,” jelas Ketua Umum PB TI Marciano Norman saat mengukuhkan Pelatnas Garuda Emas.
Komandan Pelatnas Garuda Emas Airlangga menambahkan, pelatnas tersebut merupakan salah satu bentuk persiapan PB TI untuk menorehkan prestasi di ajang-ajang kejuaraan internasional baik di event tunggal maupun multievent olahraga. Tujuan akhir dari Pelatnas Garuda Emas tersebut adalah meloloskan atlet taekwondo Indonesia ke ajang Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, pada 2016 mendatang.

“Taekwondo ini kan menurut pemerintah menjadi salah satu dari lima cabang yang diproyeksikan lolos dan mampu memberikan prestasi di Olimpiade jadi kita siapkan dari sekarang, sekaligus mempersiapkan untuk SEA Games Myanmar 2013 juga Asian Games 2014 di Korea,” imbuhnya. Pelatnas Garuda Emas Tahap II pun langsung menuai hasil positif dengan meraih 1 emas dan 1 perunggu di Kejuaraan Junior Phuket International Choi Young Seok Taekwondo Championship di Januari dan 5 emas, 2 perak, dan 1 perunggu di Hong Kong Terbuka akhir Februari lalu.
Pelatnas SEA Games
Pelatnas SEA Games XXVII Myanmar merupakan salah satu rangkaian dalam Pelatnas Garuda Emas PB TI. PB TI sudah memulai Pelatnas sejak 1 Oktober 2012 dengan memanggil 52 atlet, terdiri dari 32 atlet kyorugi (tanding) dan 20 atlet poomsae (seni), beserta 8 ofisial. Susunan Pelatnas SEA Games tersebut dikukuhkan melalui Surat Keputusan Ketua Umum PBTI Nomor Skep.2/2/IX/2012 tertanggal 28 September 2012. Manajer Pelatnas SEA Games PB TI Dasantyo Prihadi menjelaskan, saat ini PB TI sudah melakukan seleksi untuk menentukan tim inti bayangan (150%) yang terdiri dari 29 atlet, 19 atlet kyorugi, dan 10 atlet poomsae. Dari 29 atlet tersebut, PB TI akan menggelar training camp di Incheon, Korea, pada 26 Maret-24 April bagi 7 atlet taekwondo dan 1 pelatih. Tujuh taekwondoin yang berlatih di Korea itu juga akan mengikuti uji coba pada kejuaraan dunia taekwondo di Meksiko pada Juli mendatang.
Namun demikian, Dasantyo mengeluhkan minimnya dukungan dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dan pemerintah, terutama untuk masalah pendanaan. Hingga Maret 2013, Pelatnas SEA Games belum mendapatkan bantuan dana dari pemerintah. “Kita juga baru terima uang saku atlet pada November-Desember, padahal Pelatnas menurut Prima kan sudah dimulai sejak 1 Oktober, Bahkan di kejuaraan Hong Kong Open yang merupakan ajang uji coba kemarin, itu menggunakan dana PB TI sendiri,” terangnya. Minimnya dukungan tersebut, lanjutnya, juga berpengaruh terhadap proyeksi perolehan medali di SEA Games Myanmar Desember mendatang. Bila pada SEA Games Jakarta-Palembang 2011PB TI mendapatkan 6 emas, 3 perak, dan 6 perunggu, di SEA Games Myanmar mendatang, PB TI hanya menargetkan 4 emas, 3 perak, dan 6 perunggu.
Berkurangnya target itu menurut Dasantyo merupakan target realistis yang disebabkan minimnya dukungan dana dan juga banyaknya atlet SEA Games 2011 yang tidak ikut Pelatnas SEA Games 2013. “Tapi kita tetap optimistis bisa mendapatkan lebih, itu tadi target minimum yang kita pasang,” tegasnya. Meski demikian, PB TI terus menyiapkan atlet secara serius. Dua pelatih asal Korea, Lee Dok-hwi dan Shin Seung-jung, diikutsertakan untuk melatih tim Pelatnas SEA Games. Khusus untuk Lee bahkan sudah melatih sejak SEA Games 2011 lalu.
Pelatnas Junior
Selain SEA Games yang berintikan atlet senior di atas 17 tahun, Pelatnas Garuda Emas juga sedang mempersiapkan atlet junior untuk mengikuti kejuaraan Junior Asia Taekwondo di Tennis Indoor Senayan, 20-23 Juni Mendatang. “Ini merupakan salah satu sejarah buat kita bisa menjadi tuan rumah sebuah kejuaraan Asia Junior untuk pertama kalinya. Nah, atletnya kita persiapkan ke sana dan juga kita persiapkan untuk ikut Youth Olympic juga tahun depan di China,” ujar manajer pelatnas junior, Zulkifli Tanjung. Meski Indonesia menjadi tuan rumah, Zulkifli tidak menargetkan Indonesia menjadi juara umum di kejuaraan yang masuk kalender resmi Federasi Taekwondo Dunia tersebut.
Menurutnya, lawan-lawan yang dihadapi nanti merupakan negara-negara juara taekwondo dunia, yaitu Korea dan Taiwan. Namun, ia optimistis Indonesia mampu berbicara banyak di turnamen tersebut. Kejuaraan Junior Asia akan mempertandingkan 25 nomor pertandingan, 20 nomor kyorugi dan 5 poomsae. Indonesia sendiri, menurut Zulkifli, menyiapkan 14 atlet junior untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Akan tetapi, hingga saat ini pihaknya belum memastikan nama-nama atlet yang akan diturunkan karena masih melakukan seleksi dan evaluasi untuk menentukan taekwondoin Indonesia yang akan diturunkan. (Ghani)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar